Minggu, Mei 19, 2024
Berita

Qantas Setuju Bayar Denda Besar Akibat Penerbangan Hantu: Langkah Menuju Pemulihan Kepercayaan

humasbatam.com – Maskapai penerbangan terbesar di Australia, Qantas, telah menyetujui membayar denda sebesar AUD 100 juta untuk menyelesaikan kasus penerbangan hantu yang melibatkan penjualan ribuan tiket penerbangan yang dibatalkan. Denda tersebut disertai dengan rencana kompensasi senilai AUD 20 juta bagi penumpang yang terdampak, sebagai bagian dari kesepakatan dengan Komisi Persaingan Usaha dan Konsumen Australia (ACCC).

Kepala Eksekutif Qantas, Vanessa Hudson, menjelaskan bahwa langkah ini penting untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap maskapai penerbangan nasional. Kasus penerbangan hantu ini, yang dilaporkan oleh ACCC pada bulan Agustus, menuduh Qantas telah menjual tiket untuk penerbangan yang kemudian dibatalkan, dalam beberapa kasus, berlangsung selama berminggu-minggu.

Kesepakatan denda antara Qantas dan ACCC akan membutuhkan persetujuan dari Pengadilan Federal Australia. Rencana kompensasi yang diajukan Qantas akan memberikan ganti rugi kepada pelanggan yang membeli tiket untuk penerbangan yang akhirnya dibatalkan selama minimal dua hari, dengan jumlah AUD 225 untuk penerbangan domestik dan AUD 450 untuk penerbangan internasional.

Gina Cass-Gottlieb, Ketua ACCC, menyatakan kepuasannya atas pengakuan dari Qantas terkait kesalahan yang telah dibuat, dan menekankan perlunya hukuman yang signifikan dalam kasus ini. Meskipun Qantas menghadapi sejumlah skandal dan kasus hukum selama kepemimpinan Hudson, perusahaan ini berupaya memperbaiki reputasinya dengan perubahan proses dan investasi dalam teknologi untuk mencegah terulangnya masalah serupa.