Selasa, Juni 25, 2024
Berita

Kuba Akan Menerima Kapal Selam Bertenaga Nuklir dari Rusia: Penegasan Persahabatan Terhadap Hukum Internasional

humasbatam.com – Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba telah mengonfirmasi bahwa sebuah kapal selam bertenaga nuklir dari Federasi Rusia akan dikirim ke Kuba, didampingi oleh tiga kapal tambahan dari Angkatan Laut Rusia. Rombongan armada ini, yang termasuk kapal frigate Admiral Gorshkov, kapal tanker minyak, dan kapal tunda penyelamat, dijadwalkan akan berlabuh di Havana dari tanggal 12 hingga 17 Juni.

Konteks Diplomatik Kunjungan

Dalam pernyataan yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri Kuba dan dikutip oleh Reuters, dikatakan bahwa “Kunjungan ini merupakan bagian dari kelanjutan hubungan persahabatan bersejarah antara Kuba dan Federasi Rusia dan sepenuhnya mematuhi peraturan internasional yang berlaku.” Pernyataan ini menekankan bahwa kunjungan tersebut dilakukan dalam kerangka kerjasama yang sah dan bukan sebagai aksi provokatif.

Keamanan dan Non-Proliferasi

Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba menegaskan bahwa kapal-kapal yang terlibat dalam kunjungan ini tidak dilengkapi dengan senjata nuklir. “Tidak ada kapal dalam rombongan ini yang membawa senjata nuklir, sehingga kehadiran mereka di wilayah kami tidak menimbulkan ancaman bagi kawasan,” menurut keterangan resmi. Langkah ini direncanakan untuk meredakan kekhawatiran terkait dengan peningkatan aktivitas militer.

Konteks Ketegangan Global

Kehadiran militer Rusia di wilayah Karibia ini terjadi di tengah ketegangan internasional yang meningkat, khususnya terkait dengan konflik di Ukraina, di mana Rusia terlibat dalam operasi militer yang menentang pemerintah Kyiv yang didukung oleh negara-negara Barat. Sehari sebelum pengumuman dari Kuba, seorang pejabat Amerika Serikat menyampaikan bahwa Rusia berencana untuk mengirim kapal perang ke wilayah Karibia, termasuk ke sekutu-sekutunya seperti Kuba dan Venezuela, sebagai bagian dari latihan angkatan laut.

Sikap Amerika Serikat

Meskipun terdapat peningkatan aktivitas Angkatan Laut Rusia, seorang pejabat Amerika Serikat yang memilih anonimitas menyatakan bahwa AS tidak menganggap kedatangan kapal-kapal dan pesawat militer Rusia sebagai ancaman yang signifikan. Namun, Angkatan Laut Amerika Serikat akan terus memantau situasi untuk memastikan bahwa latihan tersebut tidak akan berescalasi menjadi konflik.

Penguatan Hubungan Rusia-Kuba

Hubungan antara Rusia dan Kuba telah semakin erat sejak pertemuan antara Presiden Miguel Diaz-Canel dan Presiden Vladimir Putin pada tahun 2022. Diaz-Canel juga menghadiri parade militer tahunan di Moskow pada 9 Mei tahun lalu dan bertemu langsung dengan Putin, mengindikasikan kesinambungan solidaritas antara kedua negara tersebut.

Pengiriman kapal selam ini mengingatkan pada peristiwa bersejarah Krisis Rudal Kuba pada tahun 1962, yang merupakan titik puncak konfrontasi antara Uni Soviet dan Amerika Serikat selama Perang Dingin.