Minggu, Mei 19, 2024
Berita

Insiden Pencurian di Dalam Markas Kampanye Prabowo-Gibran di Menteng Mengakibatkan Kehilangan Dokumen Strategis

humasbatam.com – Pada sebuah peristiwa yang menimpa markas kampanye pasangan Prabowo-Gibran, terletak di Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, terjadi pencurian yang menyebabkan kehilangan berbagai aset penting. Insiden tersebut melibatkan pengambilan paksa barang elektronik dan dokumen-dokumen yang memiliki nilai strategis bagi operasi relawan.

Keterangan dari Pemimpin Organisasi Pendukung

Immanuel Ebenezer, selaku Ketua Umum Prabowo Mania 08, mengindikasikan bahwa dokumen yang hilang mengandung informasi sensitif dan dirancang untuk tetap tidak terpublikasi. Beliau menekankan pentingnya dokumen tersebut, yang menurutnya adalah aset berharga yang melebihi nilai fisik.

Deskripsi Kerugian Materiil

Selain kerugian immateriil berupa dokumen rahasia, Noel merinci kerugian materiil yang mencakup barang-barang elektronik seperti televisi berdimensi 65 inci dan peralatan kampanye. Noel menaksir kerugian finansial yang ditimbulkan mencapai jumlah yang signifikan.

Proses Investigasi

Kasus ini telah dilaporkan kepada otoritas penegak hukum dengan nomor pelaporan LP/B/774/IV/2024/SPKT/POLRES METRO JAKPUS/POLDA METRO JAYA, dan Noel menyebut kemungkinan adanya motif kriminal atau politik. Namun, ia menahan diri dari menarik kesimpulan tanpa bukti yang konkret dan mempercayakan penyelidikan kepada kepolisian.

Konfirmasi Kepolisian

Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo, telah mengonfirmasi kejadian tersebut dan mengidentifikasi barang yang diambil oleh pelaku. Langkah-langkah investigatif termasuk olah TKP telah dilaksanakan oleh unit terkait untuk mengumpulkan bukti dan informasi yang diperlukan.

Waktu dan Penemuan Pencurian

Pencurian tersebut pertama kali ditemukan oleh staf kebersihan pada Senin pukul 09.30 WIB. Tindakan segera diambil dengan melaporkan kejadian kepada kepolisian dan memulai proses investigasi.

Penyelidikan atas pencurian di markas kampanye Prabowo-Gibran masih berlangsung, dengan fokus utama pada pemulihan dokumen strategis dan barang-barang berharga yang hilang. Kepolisian berkomitmen untuk membawa kasus ini ke penyelesaian yang adil dan menegakkan hukum demi keadilan.