Minggu, Mei 19, 2024
Berita

Kecelakaan Tunggal Bus ALS Sumatera Barat: Satu Meninggal dan Tujuh Luka Berat

humasbatam.com – Sebuah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang dioperasikan oleh perusahaan Antar Lintas Sumatera (ALS) mengalami kecelakaan tunggal di jalan alternatif Bukittinggi-Padang Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tragedi yang terjadi kemarin sore ini berakibat fatal, dengan satu penumpang dilaporkan meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka berat. Kendaraan yang berangkat dari Sumatera Utara menuju Tangerang, Banten itu, diketahui membawa total 50 penumpang.

Kesaksian dari Para Penumpang

Dua penumpang yang mengalami luka, Jojor Sigalingging dan Lengo Gini Tanjung, memberikan keterangan terkait momen sebelum terjadinya kecelakaan. Jojor, yang berada dalam keadaan terjaga saat kejadian, menyaksikan detik-detik bus terbalik setelah pergantian sopir di Bukittinggi. Ia mengungkapkan bahwa bus tersebut sudah menunjukkan tanda-tanda masalah teknis sejak keberangkatan dari Siborongborong, termasuk berjalan dengan kecepatan lambat dan oleng di jalan berkelok.

Lengo menambahkan pengalamannya tentang kondisi bus yang terasa tidak wajar, termasuk suara mesin yang aneh dan bau kabel terbakar yang muncul saat perjalanan di wilayah Danau Toba. Meskipun sopir bus telah berganti, tidak ada indikasi bahwa sopir mengalami kelelahan atau mengantuk.

Pengaruh Kecelakaan terhadap Penumpang

Akibat kecelakaan, penumpang di dalam bus menderita berbagai cedera, utamanya karena terjepit dan terkena pecahan kaca. Baik Jojor maupun Lengo, yang terakhir terbangun setelah evakuasi oleh anaknya, mengalami luka-luka namun selamat dari kejadian tersebut.

Respons Otoritas dan Evakuasi Korban

Otoritas setempat, dalam hal ini Kombes Pol Dwi Nur Setiawan dari Dirlantas Polda Sumbar, telah mengonfirmasi jumlah penumpang dalam bus dan menyatakan bahwa korban telah dirujuk ke berbagai institusi kesehatan termasuk Puskesmas Malalak, RSAM Bukittinggi, dan RSUD Padang Pariaman. Korban yang meninggal dunia juga telah diidentifikasi di RSUD Padang Pariaman.

Investigasi dan Tindak Lanjut

Penyelidikan atas penyebab kecelakaan ini masih berlangsung. Pihak berwenang akan melakukan analisis komprehensif untuk menentukan faktor-faktor yang berkontribusi pada tragedi ini dan untuk mengimplementasikan langkah pencegahan guna menghindari kejadian serupa di masa depan.

Insiden tragis ini menyoroti pentingnya pemeliharaan kendaraan dan pematuhan terhadap standar keselamatan dalam operasional transportasi AKAP, yang merupakan sarana penting dalam mobilitas antarwilayah di Indonesia.