Selasa, Juni 25, 2024
Berita

Pawai Bendera di Yerusalem Dihiasi Kekerasan, Serangan Terhadap Warga dan Toko Palestina

humasbatam.com – Ribuan warga Israel menghadiri Pawai Bendera tahunan di Yerusalem pada tanggal 5 Juni, sebuah acara yang tahun ini diwarnai oleh tingkat kekerasan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dilaporkan oleh Imran Khan, kontributor Al Jazeera yang berbasis di Amman, Yordania, acara tersebut menyaksikan serangan langsung terhadap warga Palestina dan properti mereka.

Eskalasi Kekerasan Selama Pawai

Menurut Khan, “Saat kelompok ultranasionalis memasuki Yerusalem Timur, mereka segera memulai serangan terhadap warga Palestina.” Lebih lanjut, dia menambahkan, “Kami menyaksikan bagaimana para pemuda secara agresif menyerang warga Palestina yang lebih tua.”

Kekerasan tidak hanya terbatas pada serangan fisik terhadap individu, tetapi juga meluas ke vandalisme terhadap toko-toko milik Palestina. Meskipun Israel telah mengerahkan 3.000 personel keamanan untuk mengawal pawai dan mengurangi kekerasan, upaya tersebut tampaknya kurang efektif.

“Faktanya, yang dilakukan oleh polisi adalah meminta pemilik toko Palestina untuk menutup toko mereka karena ketidakmampuan mereka untuk mengendalikan massa,” ungkap Khan.

Aksi di Lokasi Sensitif

Peserta pawai melalui Gerbang Damaskus dan Muslim Quarter, berakhir di dekat Masjid Al Aqsa, sebuah situs yang sering kali menjadi titik panas ketegangan antara Israel dan Palestina. Pasukan keamanan Israel yang berjaga di Temple Mount seringkali mengizinkan warga Israel untuk memasuki situs tersebut, yang meningkatkan ketegangan.

Pernyataan Kontroversial Menteri Keamanan Nasional

Itamar Ben Gvir, Menteri Keamanan Nasional Israel, yang hadir dalam pawai, menyatakan, “Gerbang Damaskus adalah milik kita, Temple Mount adalah milik kita, dan insya Allah kemenangan penuh ada di tangan kita.” Pernyataannya menambah intensitas suasana selama pawai.

Konteks Lebih Luas

Pawai Bendera adalah peringatan penaklukan Yerusalem oleh Israel dalam perang tahun 1967, yang dikenal sebagai Hari Yerusalem. Pada tahun 1980, Israel mencaplok Yerusalem, sebuah langkah yang telah dikecam oleh komunitas internasional. Acara ini bertepatan dengan operasi militer yang sedang berlangsung di Gaza sejak Oktober 2023, di mana lebih dari 36.000 warga Palestina telah kehilangan nyawa mereka.

Pawai Bendera tahun ini tidak hanya menyoroti peringatan sejarah tetapi juga mencerminkan ketegangan yang terus meningkat dan konsekuensi tragis dari konflik berkelanjutan di kawasan tersebut.