Selasa, Juni 25, 2024
Berita

Peningkatan Signifikan Tarif Impor Kendaraan Listrik China oleh Administrasi Biden

humasbatam.com – Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, telah mengimplementasikan kebijakan baru yang meningkatkan secara signifikan tarif impor atas kendaraan listrik dari China, dengan peningkatan hingga empat kali lipat dari tarif sebelumnya. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dugaan praktik pemberian subsidi besar-besaran oleh pemerintah Tiongkok kepada produsennya, yang dianggap sebagai upaya untuk mendominasi pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara eksklusif yang diterbitkan oleh majalah Time, Biden menyatakan ketidaksetujuannya terhadap tindakan Tiongkok yang diduga bertujuan untuk membanjiri pasar Amerika dengan kendaraan listrik yang disubsidi. Sebagai tanggapan terhadap pernyataan tersebut, Mao Ning, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Rakyat Tiongkok, membantah klaim tersebut dengan menyatakan bahwa kendaraan listrik China mampu bersaing berkat kemajuan teknologi, bukan karena dukungan pemerintah.

Mao Ning juga mempertanyakan karakterisasi bahwa kendaraan listrik China telah ‘membanjiri’ pasar AS, dengan menunjukkan bahwa ekspor kendaraan listrik ke AS pada tahun lalu hanya berjumlah 13.000 unit, jumlah yang menurutnya tidak signifikan untuk dikategorikan sebagai ‘membanjiri’.

Kenaikan tarif ini, dari 25% menjadi 100%, tidak hanya berlaku untuk kendaraan listrik tetapi juga meliputi barang-barang impor lainnya dari China senilai USD 18 miliar, termasuk baja, aluminium, semikonduktor, dan sel surya. Biden menyatakan bahwa tujuan dari kebijakan ini adalah untuk melindungi pekerja industri dalam negeri Amerika, dengan menyatakan bahwa pekerja Amerika mampu bersaing asalkan persaingan berlangsung secara adil.

Mao Ning mengkritik kebijakan tarif baru ini sebagai pelanggaran terhadap aturan perdagangan internasional yang ditetapkan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan mengklaim bahwa kebijakan tersebut dapat mengganggu stabilitas industri serta rantai pasok global, yang pada akhirnya akan merugikan kepentingan Amerika Serikat sendiri.

Dalam pembelaannya terhadap kebijakan subsidi domestik, Mao Ning menyatakan bahwa Tiongkok telah mematuhi peraturan WTO, menyelenggarakan subsidi industri yang adil, transparan, dan nondiskriminatif. Beliau juga mengkritik Amerika Serikat karena telah memberikan subsidi besar-besaran kepada industri domestiknya, melalui undang-undang yang mengalokasikan sumber daya pasar melalui subsidi langsung dan tidak langsung.

Kebijakan baru ini menandai perubahan penting dalam kebijakan perdagangan Amerika terhadap barang-barang impor dari China, khususnya dalam konteks industri otomotif yang sedang berkembang, seperti kendaraan listrik, dan menimbulkan diskusi lebih lanjut mengenai implikasi global dari kebijakan perdagangan Amerika.