Pastikan Kesiapan Lebaran, Wako Gelar Rapat SKPD

BATAM – Walikota Batam, Ahmad Dahlan menggelar rapat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Senin (6/8) di kantor Walikota Batam. Rapat ini untuk mengetahui kesiapan pemerintah dalam menghadapi Idul Fitri 1433 H.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) membuka pos pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR). Seluruh perusahaan di Batam harus membayarkan THR karyawan paling lambat H-7 atau satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Walikota Batam, mengatakan para pekerja yang mendapatkan masalah terkait pembayaran THR bisa mengadukan melalui email ke posko_thr_disnakerbatam@yahoo.co.id, telepon ke 0778-322625 atau fax ke 0778-7224544. “Disnaker Batam bekerja sama dengan serikat pekerja, membuka Posko Pengaduan THR di Tanjunguncang,” katanya.

Menurut Dahlan, hubungan antara pengusaha dan pekerjaa saat ini sudah semakin harmonis, harapannya, tidak ada masalah dalam pembayaran THR tahun ini. “bagi perusahaan yang tidak membayar THR akan mendapat sanksi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Selain THR, Pemko Batam menjamin keamanan persiapan lebaran baik sembako maupun arus mudik. Dahlan menjamin ketersediaan bahan pangan menjelang Idul Fitri. Dahlan mengakui, ada kenaikan harga beberapa bahan pokok menjelang lebaran. Untuk

Melewati pertengahan Ramadhan, harga daging segar di pasaran Kota Batam mengalami kenaikan. “Harga daging segar naik signifikan, namun untuk ketersediaan daging segar, daging beku dan kebutuhan sembako lainnya masih cukup selama Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Walikota Batam, Ahmad Dahlan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM), Ahmad Hijazi mengakui, selain daging segar, kenaikan harga juga terjadi pada tepung terigu. Ini akibat imbas dari naiknya harga kedelai sebagai bahan baku tepung. “Namun kenaikan harga tepung hanya sedikit, tidak sedrastis kenaikan harga daging segar,” katanya.

Sedangkan harga-harga kebutuhan pokok lainnya, kata Hijazi, masih cenderung normal dan bahkan turun. Seperti harga ayam dari sebelumnya Rp32 ribu turun menjadi Rp26 ribu dan sejumlah hargu bumbu, minyak goreng dan kebutuhan lainnya.

Namun pihaknya akan terus melakukan pengawasan secara sistemik. Mulai dari daerah asal kebutuhan pokok didatangkan hingga pengawasan harga di tingkat pasokan. Disperindag Kota Batam juga akan melakukan operasi pasar selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. “Seluruh mata rantai perdagangan ini kita awasi,” katanya.

Menurut Hijazi, dari hasil pengawasan yang dilakukan, kenaikan harga sejumlah bahan pokok di pasaran masih dikategorikan normal. Belum ditemukan adanya upaya mengambil margin yang besar.

Standar Kementerian Perdagangan sendiri menyebutkan bahwa kenaikan harga di bawah 15 persen pada hari-hari besar masih dalam kategori wajar. Kenaikan harga di bawah 15 persen, di tingkat nasional dianggap sebagai kenaikan situasional. “Di Batam kita klasifikasikan normal jika kenaikannya dibawah 10 persen dan hanya daging segar saja yang kenaikannya di atas 15 persen,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertanian dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Suhartini juga mengaku akan melakukan pengawasan penjualan daging hingga di tingkat pedagang pasar. Untuk memastikan apakah daging yang dijual benar-benar layak dikonsumsi.

Pengawasan ini dilakukan karena tingginya kebutuhan daging segar, terutama sapi di tingkat masyarakat selama Ramadhan dan menjelang lebaran Idul Fitri. Apalagi sapi yang didatangkan ke Batam merupakan sapi-sapi hidup dari luar negeri.

“Pada hari-hari biasa, kebutuhan sapi di Kota Batam sebanyak 10 ekor per hari. Namun pada Ramadhan dan Idul Fitri, kebutuhannya bisa meningkat hingga dua kali lipat,” kata Suhartini.

Leave a Reply

Galeri Foto

Log in -