Batam Makin Bersinar Dengan Beroperasinya PLTMG Panaran

BATAM – Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Panaran, Batam akan segera beroperasi pada September 2012 mendaang. Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Panaran milik PT PLN Batam dimulai yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Walikota Batam Ahmad Dahlan, Jumat (21/10).

Proyek EPC Pembangkit Lisrik 3×8,1 MW di Panaran ini mwnwlan anggaran Rp179 miliar melalui proses tender PT PLN Batam dan dimenangkan oleh konsorsium PT Medco Energi Indonesia, Dalle Engineering Contruction dan Top Deal International Ltd. Pelatakan batu pertama yang telah digelar tersebut merupakan pelaksanaan awal dari ruang lingkup pekerjaan yang direncanakan selesai dalam waktu 11 bulan yang mencakup perancangan kerekayasaan pengadaan barang/peralatan dan jasa, konstruksi pembangkit, hingga pengujian untuk memastikan pembangkit dapat mulai beropersai secara komersial.

Direktur Utama PT PLN Batam Sriyono D Siswoyo mengatakan kebutuhan Batam terhadap listrik rata-rata mengalami pertumbuhan sebesar 13,5 persen. Dimana pada  tahun pertama PLN Batam berdiri tahun 2001, penjualan listrik sebesar 490,3 GWh, dan pada tahun 2010 telah mencapai 1.452,9 GWh atau sebanyak tiga kali lipat dalam waktu 10 tahun.

Demikian juga dengan pertumbuhan pelanggan, pada tahun 2001 jumlah pelanggan PLN Batam 75.507 orang, kemudian pada tahun 2010 telah mencapai 216.046 pelanggan atau tumbuh rata-rata 16,4 persen pertahun. Dengan semakin bertumbuhnya pelanggan, maka beban puncak juga meningkat. Pada tahun 2001 beban puncak sistem 86,4 MW, pada tahun 2010 telah mencapai 250,3 MW atau tumbuh rata-rata 13,3 persen per tahun.

“Pertumbuhan kebutuhan listrik serja jumlah pelanggan membuat PT PLN Batam harus terus berinovasi. Langkah-langkah yang dianbil PT PLN Batam antara lain dengan membangun Pembangkit listrik sendiri serta bekerjasama dengan mitra Independent Power Producer (IPP),” katanya.

Sriyono menambahkan, saat ini pembangkit yang dimiliki PLN Batam adalah PLTD yang berbahan bakar minyak yang harganya sangat mahal. Saat pemerintah mencabut subsidi BBM di sektor industri sejak tahun 2005, hal ini sangat memberatkan PT PLN Batam. “Pembangunan PLTMG Panaran 3 x 8,1 MW ini adalah salah satu strategi bagi PLN Batam untuk memperkuat pembangkit milik sendiri di samping untuk menurunkan biaya pokok produksi tenaga listrik dan merupakan bagian dari pembangunan pembangkit yang berkelanjutan dalam kurun waktu 2011-2015 di sistem Batam,” jelasnya.

Selain, Panaran, PLTG Tanjungkasam juga akan beroperasi pada 2012 mendatang. Dengan kedua Pembangkit listrik ini, maka pada 2012, PT PLN Batam akan menambah sistem daya lebih dari 130 MW. Daya Mampu Netto (DMN) sistem Batam  pada akhir tahun 2012 akan bertambah menjadi 361 MW sedangkan beban puncak sistem diperkirakan akan mencapai 305 MW. Dengan demikian terdapat reserve margin sebesar 56 MW atau + 18 persen.

Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan ketersediaan energi listrik merupakan salah satu daya jual Batam di bidang investasi. Dengan data pertumbuhan 13 per tahun, PLN Batam telah bisa memproyeksikan kebutuhan listrik sampai 10 tahun ke depan. ” Listrik merupakan salah satu infrastruktur yang penting. Apabila tidak dipersiapkan dari sekarang, akan sangat mengganggu investasi di Batam,” katanya.

Negara-negara maju, dengan segala keterbatsannya mulai melirik Eropa Timur dan Asia Pasifik sebagai tempat berinvestasi. Menurut Dahlan, Batam bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya dalam hal menarik investor. “Di Eropa lahan terbatas, energi terbatas, karenanya banyak investor melirik Asia dan Eropa Timur. Persaingan ini harus kita siasati dengan membangun infrastruktur yang memadai, salah satunya ketersediaan listrik,” ujar Dahlan.

Leave a Reply

Galeri Foto

Log in -