Desa Siaga Aktif Mewujudkan Masyarakat Sehat Yang Mandiri

BATAM- Kementerian Kesehatan RI telah menetapkan visi pembangunan kesehatan tahun 2010-2014 adalah mewujudkan ‘Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan’. Dalam upaya mencapai visi dan misi tersebut, Kementerian Kesehatan menetapkan beberapa strategi, salah satunya adalah melalui pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan secara mandiri. Untuk melaksanakan program tersebut, Pusat Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan RI berkerjasama dengan Pimpinan Pusat (PP) Fatayat NU mengadakan Orientasi Desa dan Kelurahan Siaga Aktif.

Puluhan Ibu-ibu dari organisasi PP Fatayat NU mengikuti orientasi yang di laksanakan di Hotel Pusat Informasi Haji (PIH) Batam Centre, Selasa (28/6). Orientasi Dibuka langsung oleh Wakil Walikota Batam, Rudi, SE. Kegiatan yang di gelar selama dua hari tersebut dimaksudkan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada kader desa siaga, sehingga mampu memahami tugas dan fungsi sebagai kader dalam kegiatan kesehatan di desa dan kelurahan.

Kegiatan yang dilakukan dengan strategi tersebut adalah berupaya memfasilitasi percepatan pencapaian peningkatan derajat kesehatan bagi seluruh penduduk dengan mengembangkan kesiapsiagaan di tingkat desa/kelurahan yang disebut dengan Desa dan Kelurahan Siaga. Demikian disampaikan Hj. Tanti Herawati dari Pusat Promosi Kesehatan Kementrian Keehatan RI.

“Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari beberapa program di tingkat pusat yang dilaksanakan di 5 Provinsi. Di masing-masing Provinsi dipilih 2 Kabupaten, dan dalam tiap Kabupaten dipilih 5 desa,” jelasnya.

Ke Lima Provinsi yang melaksanakan program tersebut adalah Provinsi Jawa Timur, Bali, Jambi, Sulawasi Selatan dan Kepulauan Riau. Dari Provinsi Kepri sendiri dipilih Kota Batam dan Kabupaten Karimun. Kementrian Kesehatan selain memberikan materi kepada peserta dari Batam dan Karimun juga memberikan dana stimulan senilai Rp 5 Juta per desa, jelasnya.

Rudi dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Kementrian Kesehatan yang telah melibatkan Provinsi Kepri dan Kota Batam dalam program desa dan kelurahan Siaga Aktif. Menurutnya, kecenderungan meningkatnya biaya pemeliharaan kesehatan akan menyulitkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang dibutuhkannya.

“Di kota Batam sendiri, pemerintah sudah menerapkan kebijakan berobat gratis, tapi melalui kegiatan ini diharapkan terbentuk sumber daya manusia, anggaran dan kemampuan masyarakat untuk mencegah dan mengatasai masalah kesehatan secara mandiri,” jelasnya.

Kemudian sebagai harapan, untuk output pertemuan ini dapat ditindak lanjuti di desa  masing-masing yang telah di nilai dan dipilih untuk dikembangkan menjadi desa siaga aktif serta berkoordinasi dengan lintas sektor dan lintas program yang terkait.

(crew_humas/hw)

Leave a Reply

Galeri Foto

Log in -