Batam Bangun Dua Pembangkit Listrik

BATAM- Pada Tahun 2013 mendatang sebanyak dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) akan beroperasi di Pulau Batam. Yaitu PLTU Tanjung Kasam  PLTU Kabil dengan kapasitas pembangikit 100 MW dengan mesin 4 unit X 30 MW. Konsorsium Penanaman Modal Asing (PMA) PT. Tria Talang Emas sedang membangun pembangkit tenaga listrik tenaga batubara tersebut di Kabil. Studi kelayakan persiapan pembangunan pembangkit dengan investasi Rp 1,5 triliun yang melibatkan investor dari Malaysia, China, dan Taiwan ini, sudah dilakukan sejak 2006 lalu. Aspek yang dikaji meliputi legalitas pendukung, pembeli, dan kesiapan energi primer pendukung.

Chris, Direktur Utama Tria Talang Emas, mengatakan semua proses studi dan perizinan sudah selesai dilakukan pada satu tahun terakhir sehingga kontrak engineering, procurement, dan construction bisa dilaksanakan. “Semua perizinan dan studi sudah selesai dilakukan. Apabila semua lancar, 2013 mendatang, PLTU pertama di Batam akan segera beroperasi,” jelasnya dalam Presentasi di Lantai V Kantor Wali Kota, Jamuat (11/3). Sedang untuk pasokan kebutuhan batu bara sebagai bahan bakarnya,PT. Tria Talang Emas memiliki anak perusahaan yang bergerak di sektor penambangan batu bara di Kalimantan Selatan yang sanggup memasok kebutuhan batu bara pembangkit sebesar 720.000 ton per tahun, dengan harga lebih murah dari harga pasar.

Masih besarnya kebutuhan listrik di Batam menjadi daya tarik bagi perusahaan dan investor asing untuk membangun pembangkit tenaga listrik, jelas Wako. “Karena selama ini PLTU  Tanjung Kasam belum beropersi, kebutuhan listrik masih di suplay oleh PLN. Karenanya akan menyikapi dengan membuat kebijakan dan memprioritaskan kerja sama dengan PT PLN Batam dalam distribusinya nanti,” tambahnya.

Sedangakan untuk kebutuhan listrik industri, meskipun 4 Industrial Estate di Batam sudah memiliki pengelolaan listrik sendiri, tetapi PLN belum cukup menyediakan pasokan listrik. “Kebutuhan listrik rumah tanggal akan terus meningkat setiap tahun. Sementara kebutuhan listrik industri, tergantung iklim investasi. Namun, kebutuhan yang akan datang pasti lebih besar,” jelas Dahlan.

Menutup sambutannya Dahlan menyampaikan bahwa Batam akan terus dikembangkan sebagai kawasan Industri, alih kapal dan pariwisata, sehingga masih sangat membutuhkan listrik sebagai inftastruktur pendukung untuk investasi. Dahlan tak lupa menyampaikan terimaksih kepada PT. Tria Talang Emas yang telah menanamkan modal dan berinvestasi di Kota Batam.

Turut hadir mendampingi Wali Kota, Wakil Wali Kota Batam, Rudi, Kepala Bappeda, Wan Darusalam, Kepala Badan Pertanahan, Buralimar, Kepala Badan Penanaman Modal, Pirma Marpaung, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Sumber Daya Mineral, Ahmad Hijazi dan Kepala Bagian Hukum, Demi Nasution.

(crew_humas/hw)

Leave a Reply

Galeri Foto

Log in -