Menkes Canangkan Imunisasi Campak dan Polio di 11 Provinsi di Indonesia

BATAM- Menteri Kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih mencanangkan kampanye Imunisasi Campak dan Polio di 11 Provinsi di Indonesia. Pada tahun 2010 ini, 11 provinsi yang mencanangkan Kampanye Imunisasi Campak dan Polio yakni Provinsi Kepri, Provinsi Sumbar, Provinsi Sumsel, Bengkulu, Banten, Jambi, Papua Barat, Riau dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Pencanangan Imunisasi Campak dan Polio ini secara simbolis dilakukan oleh Provinsi Kepri dan Sumbar melalui video telekonfrens yang dihubungkan langsung dengan Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, Selasa (12/10). Pencanangan kampanye Imunisasi Campak dan Polio oleh Menteri Kesehatan melalui video telekonfrens tersebut disaksikan oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Soerya Respationo, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal. Sementara dari Provinsi Sumbar, pencanangan disaksikan langsung oleh Gubernur Provinsi Sumbar.

Wakil Gubernur Provinsi Kepri, Soerya Respationo dalam laporannya kepada Menkes menyatakan kesiapannya untuk mendukung dan menyukseskan kampanye Imunisasi Campak dan Polio di Provinsi Kepri. Di Provinsi Kepri, pencanangan Kampanye Imunisasi dan Polio ini dilaksanakan pada 4 Oktober 2010 lalu. Kemudian disusul oleh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri lainnya, Kabupaten Natuna, Bintan, Lingga, Anambas, Tanjung Balai Karimun, Kota Tanjung Pinang dan Kota Batam. Sejak dilakukan pencanangan pada 4 Oktober lalu, menurutnya cakupan Imunisasi Campak dan Polio di Provinsi Kepri sudah mencapai 23 persen. Kepada Menkes, Sorya mengatakan optimis pelaksanaan Imunisasi Campak dan Polio di Provinsi Kepri bisa mencapai 100 persen.

Soerya juga menyampaikan mengenai kondisi Provinsi Kepri yang sebagian besar daerahnya terdiri dari lautan dan hanya 4 persen wilayah daratan. Untuk menjangkau wilayah terpencil yang ada di pulau-pulau menurutnya butuh waktu yang cukup lama sehingga diperluakan transportasi. Namun dengan kondisi itu, Soerya tetap bertekad bahwa petugas kesehatan tetap akan melakukan patroli kesehatan. Kepada Menkes disampaikannya permohonan agar ada peningkatan dan reward dan peningkatan karir bagi para dikter yang telah mengorbankan jiwa dan waktunya. “Dari waktu ke waktu, kami akan terus meningkatkan anggaran dibidang kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan, pencanangan Kampanye Imunisasi Campak dan Polio telah dilaksanakan pada Rabu (6/10) lalu di Posyandu Kampung Baru, Kecamatan Sekupang. Sejak dicanangkannya kampanye ini cakupan sudah menjadi 30 persen untuk campak dan 32,2 persen untuk polio. Respon masyarakat untuk memberikan imunisasi anaknya menurut Wali Kota cukup tinggi. Terbukti dari tingginya respon masyarakat yang membawa anak-anaknya untuk diberi imunisasi di Posyandu, Puskesmas maupun rumah sakit. Yang menjadi kendala adalah, kondisi Batam yang sebagian besar terdiri dari pulau-pulau sehingga sulit dijangkau. Sehingga untuk membawa vaksinasi tersebut dibutuhkan Puskesmas Laut. “Kami membutuhkan Puskesmas Laut untuk membawa peralatan pengobatan yang diperlukan guna mengobati masyarakat yang berada di pulau-pulau yang sulit dijangkau,” ungkap Wako.

Mentri Kesehatan RI, Endang Rahayu Sedyaningsih dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Wakil Gubernur Provinsi Kepri dan Gubernur Sumbar yang telah mencanangkan Kampanye Imunisasi Campak dan Polio. Kampanye Imunisasi Campak dan Polio ini menurutnya dilakukan dalam tiga tahapan dan telah dimulai sejak Oktober 2009 lalu. Pada tahun 2009, tiga daerah yang mencanangkan yakni NAD, Sumatera Utara dan Maluku Utara. Kemudian pada tahun 2010 di 11 Provinsi di Indonesia dan pada tahun 2011 akan dicanangkan di 14 provinsi yang direncanakan pada bulan Agustus.

Menkes mengatakan para Gubernur di 11 Provinsi untuk dapat menggerakkan jajarannya untuk mengajak masyarakat membawa balitanya ke Posyandu maupun rumah sakit untuk diberikan imunisasi. Terhadap 9 provinsi lainnya itu, Menkes berharap mereka telah malakukan langkah-langkah guna menyukseskan kampanye Imunisasi Campak dan Polio. Selain itu juga diperlukan dukungan masyarakat demi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Pencanangan Kampanye Imunisasi Campak dan Polio tersebut ditandai dengan pemberian vaksin polio oleh Mentri Kesehatan kepada balita secara simbolis disusul pemberian vaksin polio dan penyuntikan imunisasi campak di masing-masing provinsi oleh Gubernur Sumbar, Wakil Gubernur Kepri dan Wali Kota Batam. Hadir dalam acara tersebut, Ketua IDI Provinsi Kepri, serta Anggota DPRD Kota Batam, Asmin Patros.

(crew_humas/dv)

1 Response for “Menkes Canangkan Imunisasi Campak dan Polio di 11 Provinsi di Indonesia”

  1. saya sangat setuju dengan pencanangan Menkes tentang Imunisasi Campak dan Polio di 11 Provinsi di Indonesia ini,karena sangat berguna dan berdampak positif untuk pertumbuhan anak anak indonesia.thanks

Leave a Reply

Galeri Foto

Log in -