Menteri Serahkan Langsung Hadiah Pemenang Lomba Merangkai Bunga

BATAM- Untuk mengembangkan keterampilan merangkai bunga, maka diselenggarakanlah lomba merangkai bunga pada Rabu (14/7) di Jalan Engku Putri. Lomba merangkai bunga ini diselenggarakan dalam rangka mendukung Pekan Flori Flora Nasional (PF2N) yang akan dibuka oleh Menteri Pertanian, Siswono. Lomba ini diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari kabupaten/kota di Indonesia yang juga mengikuti pameran bunga, buah dan sayur. Direktur Budidaya Tanaman Hias dari Dirjen Hortikultura Kementrian Pertanian, Nawan Kastarja. Lomba merangkai bunga ini diikuti oleh Ibu-ibu PKK se-Batam, Ibu-ibu Muspida Batam, perwakilan Gerakan Organisasi Wanita (GOW), dan perwakilan dari daerah seperti DKI Jakarta (Rawa Belong), Jambi, Medan dan daerah lainnya.

Adapun para juri yang memberikan penilaian pada lomba merangkai bunga tersebut, Samuel Elkana Warella selaku Direktur Elcana Florist Gallery, Anggota World Flower Counsil, perangkai bunga Istana Negara dan Internasional. Juri lainnya yakni Diniwati selaku Direktur PT Eldadi Usaha Flora, Pengurus IPBI, Absindo, Apseni serta Florist dan perangkai bunga tingkat nasional dan Mariana Dahlan selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam yang juga istri Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan. Pemenang akan ditetapkan sebanyak tiga tim yakni, juara I, II dan III. Secara langsung, hadiah akan diserahkan oleh Menteri Pertanian pada acara pembukaan PF2N 2010.

Adapun yang menjadi kriteria penjurian terdiri dari desain, materi, tata warha, keserasian dan keindahan. Total nilai yang harus dikumpulkan oleh peserta secara keseluruhan yakni 100 poin. Juri akan menilai ide dan kreatifitas dari peserta lomba merangkai bunga. Selain itu pemilihan materi, bahan yang digunakan 75 persen dari dalam negeri dan 25 persen dari luar. Ini berdasarkan tema yang diangkat pada lomba merangkai kali ini adalah “Bungaku Indonesiaku”. Karena itu lah bahan-bahan yang digunakan harus disesuaikan dengan materi, tentunya dengan menampilkan bunga-bunga dari dalam negeri dan segar.

“Teknik mekanikal, proporsi dan rangkaian serta keserasian warna juga menjadi penilaian dalam lomba ini. Semakin besar bahan dari dalam negeri yang digunakan sebagai materi, maka semakin besar nilainya,” paparnya.

Lomba merangkai bunga ini menurutnya sangat berpengaruh pada peningkatan pendapatan bagi ibu-ibu florist. Seperti di Makasar telah ditandatangani MoU antara floris Makasar dengan PHRI disana. Ia berharap hal serupa dapat dilakukan di Batam. Sehingga masyarakat dapat mengembangkan industri hortikultura di masing-masing daerah. Ditambahkan oleh Samuel Elkana Warella, untuk penilaian juri yakni ide dan kreatifitas yang diberi nilai 20. Pemilihan wadah juga menjadi penilaian dan ia menyarankan agar wadah yang dipakai adalah wadah dari bahan tradisional misalnya dari bahan anyaman bambu. Sebelum lomba dimulai, Samuel menyarankan agar peserta lomba memperhatikan keserasian warna bunga yang akan dirangkai untuk dilombakan. Jika memenuhi kriteria penilaian yang ditentukan oleh juri, maka akan memperoleh nilai tertinggi.

Setelah seluruh peserta selesai merangkai bunga juri pun memberi penilaian dan yang masuk sepuluh besar adalah peserta dengan nomor 34, 35, 20, 22, 6, 9, 14, 13, 10 dan 25. Untuk juara I, II dan III akan diumumkan pada saat pembukaan PF2N pada Kamis (15/7). Hasil rangkaian bunga yang berhasil keluar sebagai juara akan dipajang pada galery pameran PF2N.(crew_humas/dv)

Leave a Reply

Galeri Foto

Log in -